Pengertian Safe Motherhood Menurut Ahli

Pengertian Safe Motherhood Menurut AhliDefinisi Safe Motherhood Menurut Ahli - Apakah pengertian dari Safe Motherhood Menurut Ahli ? Kehamilan terkadang menakutkan dikarenakan resiko kematian yang bisa dialami. Penerapan Program Safe Motherhood adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan angka kematian pada Ibu Hamil. Safe Motherhood adalah standar upaya atau tindakan yang dilakukan agar Kehamilan Perempuan / Wanita berjalan lancar atau dengan kata lain untuk menyelamatkan agar kehamilan dan persalinannya sehat dan aman. Program Safe Motherhood sering disebut juga dengan Four Pillars of Safe Motherhood ( konsep yang dikembangkan oleh WHO, 1994). Empat Pilar Safe Motherhood tersebut terdiri dari keluarga berencana, persalinan bersih dan aman, asuhan antenatal, dan pelayanan obstetri esensial. 

Empat Pilar Safe Motherhood  ( Four Pillars of Safe Motherhood )

Pilar Pertama : Keluarga Berencana (KB)
Keluarga Berencana (KB) adalah program pemerintah indonesia yang disusun untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. Secara umum KB bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan antara ibu dan anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera). Dalam program KB akan direncanakan mengenai waktu yang tepat untuk Ibu hamil, menentukan jumlah anak serta mengatur jarak kehamil­an. Program tersebut juga dimaksudkan untuk mengurangi ang­ka aborsi dikalangan anak Muda. Penerapan Konsep KB pertama kali diperkenalkan di Kota Matlab, Bangladesh pada tahun 1976. Pelayanan KB harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik ibu / ca­lon ibu dan perempuan remaja. Kon­seling yang terpusat sangat diperlukan dalam memberi pelayanan KB pada kebutuhan ibu dan berbagai pilihan metode KB termasuk penggunaan alat kontrasepsi darurat. 


Pilar Kedua : Pelayanan Antenatal
Pelayanan antenatal merupakan sa­ra­na pendidikan bagi wanita tentang ke­ha­mil­an dan upaya un­tuk mendeteksi secara dini pada komplikasi ke­hamilan. Komponen Pelayanan An­te­na­tal terdiri dari :

  • Deteksi dan penanganan komplikasi pada kelainan letak, pre-eklampsia, hipertensi ( Tekanan Darah Tinggi ) dan Ede­ma.
  • Pengobatan anemia dan Skrining, Pengobatan ma­laria, dan berbagai penyakit menular seksual.
  • Penyuluhan terhadap komplikasi yang po­tensial, serta kapan dan bagaimana cara mendapatkan pelayanan rujukan.


Pilar Ketiga - Persalinan yang Aman
Persalinan yang aman bertujuan untuk memastikan setiap Bidan atau Dokter selaku penolong kelahir­an/­per­­salinan mempunyai keterampilan, kemampuan, dan alat untuk memberikan per­tolongan serta pelayanan nifas pada ibu dan bayi. Dalam penanganan persalinan :
  • Wanita Hamil harus mendapatkan pertolongan oleh tenaga kesehatan yang profesional 
  • Tenaga kesehatan harus bisa mengenali secara dini gejala serta tanda komplikasi persalinan 
  • Tenaga kesehatan harus siap untuk melakukan rujukan komplikasi persalinan.
Sebagian besar komplikasi obstetri yang berkaitan dengan kematian ibu hamil tidak dapat diprediksi atau dicegah, namun da­pat ditangani bila ada pelayanan yang me­madai. 


Pilar Keempat - Pelayanan Obstetri Esensial
Pelayanan Obstetri Esensial pada ha­ke­katnya adalah adanya ketersediaan pelayanan selama 24 jam untuk bedah cesar, transfusi darah, pengeluaran pla­sen­ta secara manual, pengobatan anestesi, antibiotik, dan cairan in­fus, serta aspirasi va­kum untuk abortus inkomplet. Tanpa pe­ran serta masyarakat, mustahil pela­yan­an obstetri esensial dapat menjamin tercapainya keselamatan ibu. Puskesmas juga merupakan salah satu penyedia pelayanan kesehatan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu melalui program yang mengacu pada konsep Four Pillars of Safe Motherhood..