Cerita Hantu Seram Eyang Kardono Panglima Perang Majapahit

Cerita Hantu Seram Eyang Kardono Panglima Perang Majapahit - Surabaya sebagai kota besar kedua di Indonesia telah memiliki peranan strategis. Keberadaannya selalu menarik minat banyak orang sejak zaman dahulu. Hal ini dibuktikan dengan adanya makam di Jalan Cempaka Kecamatan Tegal Sari Surabaya. Yang konon dipercaya tersemayam jasad sosok Panglima Kerajaan Majapahit yang hidup jauh sebelum era patih gajah mada. Warga biasa menyebutnya makam Eyang Judo Kardono. Menurut cerita yang berkembang, beliau diutus oleh Raja Jayanegara untuk memadamkan pemberontakan yang saat itu terjadi disurabaya. Karena dikhawatirkan dapat menganggu kedaulatan kerajaan. 



Banyak kisah tentang Cerita Hantu Seram dimakam tersebut. Berikut keterangan Juru Kunci Makam mengenai Cerita ditemukannya Makam Eyang Kudo Kardono :

".. Pada zaman belanda dahulu, makam tersebut ditutup untuk pemakaman umum. Karena tempat tersebut disakralkan. Pada saat itu setiap ada hewan atau binatang yang melintas di atas makam pasti akan jatuh sendiri. Sejak itu banyak yang penasaran mengenai penyebab keanehan dan kemudian dilakukan ritual.. "


Dahulu makam keramat tersebut sering dikunjungi oleh mantan Presiden Suharto untuk berziarah. Beliau juga melakukan ritual disebuah ruangan khusus disisi belakang makam utama yang dipercaya sebagai tempat turunya pancaran cahaya dewa. 


"... Pulung Merupakan Cahaya yang jatuh dari langit. Siapapun yang kejatuhan cahaya tersebut maka dipercaya akan bisa menjadi pemimpin.. "


Untuk menggali informasi atau mitos lebih dalam, beberapa orang melakukan interaksi di makam tersebut. Salah seorang dijadikan media untuk berdialog dengan makhluk gaib. 


Sosok makhluk seram yang memasuki tubuh orang diatas adalah penunggu pohon mangga yang tidak memiliki nama. Salah seorang juga melukis adanya hantu yang sangat menyeramkan. Berikut gambar / fotonya :


Makhluk tersebut adalah Jabrik, seperti siluman harimau. Dan yang satunya adalah sosok anak kecil yang berlalu - lalang disekitar makam.