Cerita Nyata Misteri Pesugihan Dewi Lanjar

Cerita Nyata Misteri Pesugihan Dewi Lanjar - Kisah Nyata dan Cerita Misteri Pesugihan. Kali ini mengupas Indormasi Pesugihan Dewi Lanjar. Bagaimana wujud atau Bentuk Penampakan dari Dewi Lanjar ? Baca selengkapnya. Bagi masyarakat di wilayah Tegal, Pekalongan dan sekitarnya, pasti sudah familiar dengan adanya cerita misteri Dewi Lanjar. Kalau di Pantai Selatan ada Nyi Roro Kidul, di wilayah pantai Utara pun juga tersimpan cerita misteri. Yaitu Dewi Lanjar, dimana dalam ceritanya merupakan Ratu penjaga Pantai Utara ( Pantura ).  Kisah dari Ratu Pantai Utara memang sudah menjadi legenda dengan berbagai mitos pesugihan. 


Daerah yang paling sering dikunjungi untuk berbagai aktifitas ritual yaitu Pekalongan. Banyak orang yang datang dari berbagai daerah tertarik untuk mengunjungi pantai Slamaran yang terletak di kota Pekalongan. Mereka datang dengan berbagai tujuan, biasanya ingin bertemu dengan Juru Kunci Dewi Lanjar. Dengan harapan bisa diberi bantuan guna mendapatkan dana ghaib atau sering dikenal dengan pesugihan Ratu Pantai Utara. Berikut ini foto yang disebut - sebut sebagai Dewi Lanjar
Dalam misteri Cerita pantai utara, Sosok Dewi Lanjar adalah sosok ayu yang sangat cantik, berkulit putih, memiliki ramput hitam dan panjang. Konon Dewi Lanjar memiliki sifat welas asih terhadap Setiap orang yang benar - benar rajin dalam ajaran agamanya. Dari berbagai sumber masyarakat sekitar, Dewi Lanjar terkadang sering muncul di tempat keramaian seperti pasar. Dewi Lanjar menampakkan diri sebagai sosok manusia pada umumnya. Sifat welas asih tersebut terbukti dengan munculnya sebuah Batu Mustika Dewi Lanjar. 


Sebagian orang mempercayai bahwa terkadang dalam Misteri Dewi Lanjar pasti meminta Tumbal sebagai korbannya. Konon sebuah Jembatan penghubung Antara Aula Penyiksaan dengan Pusat Kerajaan dibangun dari tubuh manusia yang masih hidup dengan cara diikat berlawanan sehungga bisa digunakan sebagai jembatan. Manusia pemakai Pesugihan Dwei Lanjar tersebut memang pada jaman dahulunya terlalu memjua Dewi Lanjar kemudian menjadi takabur terhadap kenikmatan duniawi. Mereka tidak ingat terhadap pemberian sang pencipta. Oleh karena itu sang Dewi murka dan menghukum mereka dengan dijadikan sebagai jembatan.