Makanan Panas Jangan di Tiup, Ini Hadist Nabi & Penjelasan Ilmiahnya

Makanan Panas Jangan di Tiup, Ini Hadist Nabi & Penjelasan Ilmiahnya - Mengapa Makanan dan Minuman yang masih panas tidak boleh ditiup ? Apa Alasannya ? Apakah ada hukum yang mengaturnya menurut agama islam ( Muslim ) ? Banyak kalangan yang mengkritisi tentang Bahaya meniup makanan dan minuman. Terlebih lagi hal tersebut juga tercantum dalam hadist nabi. Berikut ini penjelasan fakta ilmiah dibalik hadist nabi tersebut :

Makanan Panas Jangan di Tiup, Ini Hadist Nabi & Penjelasan Ilmiahnya



Makanan Panas Jangan di Tiup, Ini Hadist Nabi & Penjelasan Ilmiahnya

Nabi Muhammad SAW melarang umatnya untuk bernafas dan meniup diatas wadah air. Hal ini seperti yang tercantum dalam sebuah hadist riwayat Tirmidzi yang dibenarkan oleh Al-albani. Memang ajaran islam sangat mulia. Setelah dilakukan penelitian, sekarang misteri mengapa nabi melarang umatnya untuk meniup makanan panas sudah mulai terpecahkan penjelasannya secara ilmiah. Mungkin orang berpikir bahwa larangan tersebut hanyalah tindakan konyol yang tidak mendasar dan beralasan. Namun itulah fakta. Berikut Penjelasan Ilmiahnya :



1. Asam Karbonat
Apa Hubungan Asam Karbonat dengan meniup makanan & Minuman panas ? Perlu diketahui, apabila anda bernafas maka akan mengeluarkan karbondioksida ( CO2 ). Pada dasarnya, Karbondioksida tidak boleh bersentuhan dengan air, karena CO2 bisa membentuk senyawa asam karbonat yang tentunya akan membahayakan tubuh manusia seperti gangguan jantungan.


2. H. Pylori
Bakteri H. Pylori merupakan bakteri berbahaya bagi tubuh karena bisa menyebabkan gangguan lambung. Bakteri tersebut mampu menyebar melalui pernafasan dengan cepat. Tentu akan sangat berbahaya bagi orang lain yang memiliki gangguan lambung kemudian meniup makanan atau minuman yang akan disajikan pada tamu atau pada anaknya. Bakteri akan berpindah ke orang yang memakannya. Itulah penjelasan ke dua mengapa seseorang tidak diperbolehkan meniup makanan yang masih panas.


3. Kotoran
Berikut ini adalah penjelasan ilmiah yang ketiga. Kotoran memang selalu identik dengan kuman dan bakteri. Kotoran dalam bahasan kali ini yaitu kotoran yang ada di dalam mulut. Mulut memegang peranan penting dalam menghaluskan semua makanan yang kita kunyah. Dalam proses tersebut tentu tidak semua makanan yang sudah hancur akan masuk kedalam lambung. Karena pasti akan ada sisa makanan yang menempel gigi atau tertinggal mulut. Itulah alasan mengapa kita tidak diperbolehkan meniup makanan atau minuman. Dalam adab menyajikan makanan, tentu hal tersebut sangat tidak sopan jika kita meniupnya. Karena bakteri yang ada dalam mulit kita bisa dengan mudah berpindah kedalam makanan atau minuman yang sudah ditiup.



Demikian tadi alasan mengapa kita tidak dianjurkan untuk meniup makanan atau minuman yang panas khususnya untuk makanan yang akan disajikan kepada orang lain. Memang apabila disajikan kepada orang dewasa, tentu kekebalan tubuh sudah jauh lebih baik, akan tetapi yang lebih dikhawatirkan adalah apabila makanan dan minuman diberikan kepada bayi atau balita. Karena di Usia masih balita, tentu masih rentan terkena penyakit. Apabila makanan ada yang terkontaminasi asam karbonat atau bakteri  yang sudah dijelaskan di atas, bisa menyebabkan diare, demam, muntah atau yang lain sebagainya.

Dengan begitu kita bisa mewaspadai penyebaran virus melalui media pernafasan. Semoga Informasi "Makanan Panas Jangan di Tiup, Ini Hadist Nabi & Penjelasan Ilmiahnya" bermanfaat bagi kita semua.